Loading details…
Loading details…
“Tertahan di ujung parau suaramu, tertahan di akhir tetes pekat darah. Asa itu mungkin akhirnya padam juga. Sampai waktunya, urat ini akan tetap menegang.” Atas nama sejumlah orang-orang yang “dihilangkan” pada dua, tiga, atau empat dekade silam. Atas nama mereka yang berusaha meruntuhkan singgasana istana-sentris. Atas nama mereka yang masih harus dilabeli dengan sebutan ‘orang gila’ hanya karena menolak kebakuan adat dan tatakrama yang dianut masyarakat.