Loading details…
Loading details…
Artist
Februari 1997 di kota Malang, tersebutlah dua nama personil kelompok punk No Man's Land, Catur Guritno dan Feri, yang mulai intens bergaul dengan Eko (drummer Keramat) dan adik kandung Feri, Arthur. Empat anak muda itu sedang mengagas sebuah konspirasi maut yang ingin memainkan musik punk dalam bentuk yang lebih cepat dan keras. Ya, hanya sesimpel itu awalnya. Band ini mereka kasih nama singkat dan cukup keren; Antiphaty. Hari-hari berikutnya, mereka mulai menulis musik dan berlatih di studio. Musik Antiphaty agak mengarah pada corak crusty-punk seperti yang dimainkan The Exploited atau Chaos UK. Unsur lain seperti rock, hardcore, bahkan metal juga disertakan untuk menambah variasi musik mereka. Sebuah keputusan yang cukup berani kala itu. Mengingat di jaman tersebut, band-band punk rock lokal masih didominasi oleh irama punk yang tradisional dan sedang tergila-gila pada Sex Pistols, NOFX, Rancid, atau Bad Religion. Sementara Antiphaty tetap ngotot pada seleranya, menulis musik crusty-punk yang belum begitu populer di telinga publik underground. Kemunculan Catur dkk tentu membawa nuansa baru dalam khazanah musik punk di kota Malang. Hampir setiap pekannya, mereka rutin berlatih di Centra, sebuah studio musik legendaris yang juga ikut membesarkan Keramat, Sekarat, Bangkai, Perish, dan banyak band lokal lainnya. Beberapa panggung gigs underground juga mulai mereka jajal. Dari pengalaman pentas tersebut, Antiphaty menjadi semakin baik dan mulai meraih penggemar sedikit demi s