Loading details…
Loading details…
Artist
Orkes Penghibur Hati yang mendendangkan lagu-lagu Minang. Mereka menamakan grupnya Orkes Gumarang. Nama itu diambil dari cerita legendaris Minang, Cindue Mato, yang tokoh utamanya memiliki tiga binatang kesayangan. Tiga binatang itu adalah Kinantan si ayam jantan yang piawai, Binuang si banteng yang gagah perkasa, dan Gumarang si kuda sembrani berbulu putih yang larinya bagaikan kilat sehingga menurut legenda tersebut bisa keliling dunia dalam sekejap. Anwar Anif pun didaulat menjadi pemimpin. Mula-mula yang dibicarakan adalah bagaimana konsep musik yang akan dibawakan untuk lagu-lagu Minang yang sudah dipopulerkan oleh Penghibur Hati melalui Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta. Lagu-lagu Penghibur Hati yang disiarkan radio itu, antara lain, Kaparinyo, Dayung Palinggam, Nasib Sawahlunto, dan Sempaya. Pengaruh lagu-lagu Latin (seperti Melody d’Amour, Besame Mucho, Cachito, Maria Elena, dan Quizas, Quizas, Quizas) yang sedang digemari tak mampu mereka tepis. Oleh sebab itulah musik Latin tersebut menjadi unsur baru dalam aransemen musik Gumarang. Pada masa itu tidaklah mudah bagi seorang penyanyi atau sebuah grup untuk tampil di RRI. Mereka harus lulus tes di depan sejumlah juri, sebagaimana layaknya peserta sebuah lomba. Walaupun Anwar Anif hanya memimpin selama sembilan bulan, ia berhasil membawa Gumarang lulus tes RRI. Alidir yang menggantikannya ternyata bertahan lebih singkat lagi dan kemudian menyerahkan pimpinan Gumarang kepada Asbon, bulan Mei 1955. User-contri
Padang Moonrise: The Birth of the Modern Indonesian Recording Industry (1955-69)
Ondeh Jo Niang
Padang Moonrise (The Birth Of The Modern Indonesian Recording Industry ⋆ 1955-69)

Lagu Gumarang Jang Terkenal
KAMPUNG NAN DJAUH DI MATA
Padang Moonrise: The Birth of the Modern Indonesian Recording Industry (1955 - 69)

Rangkaian Lagu2 Daerah Sumatra
bapisah bukannjo batjarai
Padang moonrise : The birth of the modern indonesian recording industry (1955-69)
Various 78s
Kampung Nan Djauh Dimata
Padang Moonrise: The Birth of the Modern Indonesian Recording Industry, 1955-69