Loading detailsβ¦
Loading detailsβ¦
Album
Sejauh apakah sebuah genre musik dibentangkan? Debut mini album Bvrtan (dibaca Burtan) telah menjawabnya dengan cara yang unik dan sederhana. Seperti telah dikenal secara umum, jenis musik black metal adalah turunan dari kawin campur heavy metal dengan hardcore-punk yang mengusung tema-tema kegelapan, lebih spesifik lagi yaitu satanisme, okultisme dan ateisme. Seperti yang telah saya tulis di DailyWhatNot.com beberapa tahun lalu yang berjudul Metalploitation Cangkang Serigala (sayang sekali blogroll saya di webzine ini sudah dinon-aktifkan oleh admin), bahwa jenis musik black metal dalam 3-4 tahun terakhir ini memang kembali menjadi hype. Tak hanya di lingkungan penggemar musik saja, namun juga di kalangan fashionista yang dipicu oleh label busana seperti Actual Pain, Obesity And Speed, Riot Tuxedo, Anti Sweden, dan lain sebagainya. Isyu ini makin diperkuat oleh seri tulisan dan video dokumenter black metal besutan Vice Magazine yang berujung dirilisnya film dokumenter Until The Light Takes Us. Gejala ini menunjukkan bahwa ini bukanlah revival sebuah genre musik belaka, namun lebih luas lagi adalah sebuah perayaan subkultur hipster di berbagai kalangan mulai dari yang kere hingga yang tajir. Kata Cult (kemudian ditulis Kvlt) bersanding manis dengan kata Fixie. Di ranah musik, retrospeksi crossover-thrash yang dipopulerkan oleh Toxic Holocaust dan menguatnya kembali doom, drone, sludge metal yang diusung oleh Sunn O))) dengan memainkan musik-musik keras, berat dan kasar berir