Loading details…
Loading details…
Memainkan musik retro memang selalu menarik, dalam konteks ini adalah punk rock klasik. Ketika band-band Killed By Death (sebuah seri album kompilasi yang dirilis oleh Redrum Records, menampilkan band-band punk rock obscure era 1977-1982) sudah menjadi benda klasik dan relic, maka mereka seperti benda vintage yang mulai menggiurkan untuk dipakai dan dikoleksi. Sama halnya benda-benda lawas yang mulai dilupakan orang, karena terlalu banyaknya arus informasi dan modernitas yang terkonsumsi atau dikonsumsi, band-band baru dan genre-genre lama yang berkawin-silang bermunculan, dan tentu menghasilkan atmosfer hip yang baru. Pada kisaran tahun 2003, kurang lebih, demam Killed By Death punk pun bermunculan di luar sana, yang juga mewabah pada scene garage punk. Bukan hal yang baru, tapi selalu menarik untuk disimak, dimodifikasi sedemikian rupa dengan cara lama juga tentunya. The Kuda, sekumpulan jaran dari kota Bogor ini membuat modifikasi hardcore punk rock dengan gaya lama dan tetap baku, di sinilah menariknya. Terkadang pun membuat aransemen yang tidak begitu baru tetaplah menarik. Terpengaruh berat band pimpinan Richard Hell dan Jello Biafra, mereka membuat 10 lagu versi mereka sendiri (tentunya). Aransemen yang singkat, padat dan cepat, selayaknya band-band fastcore yang tidak membutuhkan durasi hingga 1 atau 2 menit untuk merangkai lagu. Agresif , dan durasi lagu yang singkat cepat membuat track seperti “Zonder Pardon”, “Sex, Alcohol & Ego” dan “She Went Into A Trance” seper